Wednesday, November 16, 2011

PEMBANGUNAN NASIONAL INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI GLOBAL

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antaraSamudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau [5] [6], oleh karena itu ia disebut juga sebagaiNusantara ("pulau luar", di samping Jawa yang dianggap pusat).[7] Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,[8] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan RakyatDewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah SingapuraFilipinaAustralia, dan wilayah persatuanKepulauan Andaman dan Nikobar di India. (wikipedia)


Dengan kekayaan alam yang melimpah ruah ini, seharusnya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi rakyat dan masyarakatnya. Namun hal yang terjadi adalah kekayaan ini dimanfaatkan secara menyimpang oleh rakyatnya.


Dimulai dari banyaknya penebangan hutan secara liar, pembunuhan orang utan secara liar, dan juga penggalian minyak yang terus menerus. dengan adanya hal-hal tersebut, hancurlah nilai dan harga Indonesia di mata Global.


indonesia menjadi salah satu negara yang lamban dalam menuju negara yang makmur dan maju, 
apalagi didukung oleh banyaknya praktik koruptor yang ada di dalam pemerintahan di Indonesia.


Di Indonesia, para koruptor menyebabkan masyarakatnya semakin miskin dan seperti tidak maju, hanya berlari di tempat.


Inti dari semua ini adalah, untuk dapat memajukan Negara Indonesia ini, diperlukan kekompakkan antara masyarakat dan juga pemerintahaannya, agar dapat bangkit dari keterpurukan yang tidak berhujung ini.



No comments:

Post a Comment