Wednesday, September 7, 2011

ADVOKASI MEDIA DAN KAMPANYE PUBLIK

Oleh : Bpk. Irwan Julianto

Pada pertemuan kedua di kelas Kapita Selekta, kami dibimbing oleh Bapak Irwan Julianto yang merupakan bagian dari KOMPAS. Pada mata kuliah kali ini, kami diberikan sajian film pendek, yang menceritakan tentang seorang wartawan luar negri, yang meliput Indonesia sebagai negara penghasil tembakau no 1 di dunia.
Film pendek yang sangat menarik perhatian kami ini, mengangkat bahwa Indonesia merupakan negara no 1 penghasil tembakau sekaligus merupakan negara yang sangat terpuruk kesehatannya akibat dari tembakau yang pada akhirnya akan menjadi rokok yang dihisap dan membuat seluruh konsumennya ketergantungan.

Perusahaan tembakau memanfaatkan masyarakat sebagai keuntungan mereka, karena dengan ketergantungan atas rokok tersebut, konsumen akan terus mengkonsumsinya dan membelinya.

Wartawan tersebut meliput phillips morin, yang merupakan model selama 40 tahun untuk Marlboro, kini membuka PT dan membeli sampoerna. Dengan motonya yang "go a head" tersebut, Phillip mengajak konsumen muda untuk melihat, bahwa merokok adalah lifestyle, keren, anak muda, dan bebas. Dengan memanfaatkan para kaum muda sebagai konsumen utamanya , pihak PT tidak memperhatikan secara jeli siapa saja yang menjadi target mereka.

Salah satunya adalah anak kecil berumur 2 tahun, yang bernama Ardi Rizal, ia merokok 40 batang per hari, dan Public Relations dari PT yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa ada konsumen yang masih sangat kecil mengkonsumsi produk mereka, dan hal tersebut sangatlah tidak baik bagi kesehatan dan pertumbuhan sang balita. Pemerintah Indonesia sangat malu akibat berita yang menyebar luas hingga International ini, akhirnya Aldi dan sang ibu, dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan bimbingan dan rehabilitasi.


BERIKUT ADALAH FOTO ALDI RIZAL (2thn)






Berita tentang balita Indonesia, bernama Aldi Rizal (2thn) yang merokok telah tersebar hingga International, dapat ditemukan dalam link sebagai berikut:
http://www.dailymail.co.uk/news/article-1291421/Smoking-toddler-Indonesian-boy-Aldi-Suganda-quit-cigarettes.html

http://www.huffingtonpost.com/2010/09/03/aldi-rizal-chainsmoking-i_n_704629.html

dan berikut adalah link yang memberitakan bahwa Aldi Rizal telah mendapatkan rehabilitasi, dan sudah sembuh :http://www.lintasberita.com/Dunia/Berita-Dunia/akhirnya-aldi-rizal-bocah-2-tahun-itu-kini-sembuh-total-dari-kebiasaan-merokok

Pemerintah Indonesia seharusnya lebih jeli lagi dalam memberikan izin periklanan dalam bidang rokok, seperti yang terjadi di New York, Amerika. 
Dimana di New York, tidak ada satupun iklan rokok di kota maupun dimanapun, hal ini menurunkan sebanyak 50 persen pengkonsumsian rokok pada anak muda di bawah umur, dan mengurangi angka kematian akibat rokok.

Contoh iklan di kota New York




Media di Indonesia sangatlah kurang dalam memberikan iklan layanan masyarakat, padahal iklan tersebut dapat membantu masyrakat dalam mendapatkan pengetahuan yang mereka tidak bisa dapatkan karena mereka  tidak memiliki kesempatan untuk menginjak bangku sekolah.
contohnya adalah iklan SIAGA, dimana dikatakan bahwa seorang suami harus SIAP, ANTAR dan JAGA, disaat istrinya sedang hamil dan dalam keadaan ingin melahirkan. iklan ini ditujukan untuk mengurangi angka kematian ibu akibat kurang sigapnya dan kurangnya pengetahuan yang mereka miliki. Indonesia negara yang luas, pemerintah haruslah memberikan perhatian yang lebih, karena masih banyak daerah-daerah terpencil yang belum mendapatkan pengetahuan umum, yang harusnya di sebarkan melalui media massa, seperti TV dan RADIO, melalui iklan layanan masyarakat.

Media layanan iklan masyarakat, 50 tahun terakhir telah menjadi lahan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat di Indonesia, contohnya pada zaman dahulu, masyarakat Indonesia mengatakan banyak anak, banyak rezeki, namun di era globalisasi ini , dengan iklan layanan masyarakat, masyarakat menjadi berfikir dan bertingkah laku bahwa dua anak saja cukup, atau di kenal dengan nama KB (Keluarga Berencana).

No comments:

Post a Comment