Monday, September 12, 2011

JURNALISME WARGA KEBUTUHAN DAN PROBLEM

oleh : Bpk. Agus Sudibyo, Dewan pers, 2011.


Menurut Bapak Agus Sudibyo, jurnalisme menempatkan warga sebagai subjek,  dimana warga dapat berpartisipasi terlibat dalam hal mencari, mengolah dan menyajikan informasi di masyarakat. Seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam memberikan informasi, warga tidak hanya menjadi penonton namun menjadi peserta aktif dalam diskusi dan problem solving dalam ruang public media.








Mengapa Harus Jurnalisme Warga ?????
Prinsip partisipatori dan emansipasi publik
Ruang media sebagai ruang publik deliberatif
Keterbatasan media menangkap berbagai realitas yang majemuk/penting/signifikans/khas/individual/lokal

Apa yang dimaksud dengan autisme media ???
Merupakan media yang asyik dengan dirinya sendiri, Menentukan skala prioritas pemberitaan pertama-tama
berdasarkan agenda, nilai, orientasi dan keyakinannya sendiri, bukan berdasarkan minat, kepentingan dan
kebutuhan pembaca, Media yang tidak benar-benar menyadari pelibatan publik dalam penentuan agenda
setting media sebagai konsekuensi status ruang publik.

Pertanyaannya adalah...Apakah Jurnalisme Warga telah dilakukan berdasarkan nilai-nilai berita dan kode etik jurnalistik?

Kasus-Kasus Jurnalisme Warga :


Mayoritas adalah pemberitaan satu sisi, tidak berimbang, tidak ada konfirmasi dan cenderung menghakimi obyek berita.
Media online menggunakan prinsip follow up news, bahwa konfirmasi narasumber dapat ditunda pada berita selanjutnya.
Pelaku jurnalisme warga belum menguasai nilai-nilai berita, etika jurnalistik, prinsip ruang publik media
Pelaku jurnalisme warga bukan jurnalis atau tidak paham bagaimana jurnalis bekerja

Apa Yang Perlu Dilakukan ??????


Pelaku jurnalisme warga harus memahami :
Media adalah ruang publik sosial dengan nilai-nilai baku (nilai berita dan kode etik jurnalistik)
Profesi jurnalis bukan profesi sembarangan yang dapat dilakukan secara serampangan.
Berita berbeda dengan informasi satu sisi, gosip, atau syakwasangka

JURNALISME WARGA PENTING
DAN MENDESAK
UNTUK DIPRAKTEKKAN
NAMUN MUTLAK
HARUS MEMENUHI ETIKA DAN  KEHATI-HATIAN

PERLU DIBEDAKAN ANTARA :
Jurnalisme Media Online : detik.com, vivanews, kompas.com, firstmedia dll

Ruang  diskusi Online : twitter, blog, mailing list, dll 


PERSOALANNYA ADALAH :



Benarkah twitter, mailing list, blog adalah ruang publik sepenuhnya??








1 comment:

  1. Pada dasarnya kita semua harus bijaksana menggunakan teknologi dalam menyebarkan berita :) nice blog, keep posting

    ReplyDelete